Sepertiga Warga Inggris Kerja saat Libur
Resesi dan khawati kehilangan pekerjaan membuat staf enggan berpaling dari pekerjaan.
Kamis, 21 Mei 2009, 18:45 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
| | (americanprogress.org) | |
VIVAnews - Satu dari tiga dari warga Inggris akan tetap bekerja di masa liburan tahun ini. Akibat resesi, mereka terpaksa bekerja hingga di luar jam kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan Lexmark, produsen printer berbasis di Amerika Serikat, sepertiga warga Inggris itu akan membawa smartpone atau laptop sembari berlibur.
Survei Lexmark membuktikan bahwa sepertiga dari mereka mengaku mereka seringkali bekerja dari rumah, di luar jam kerja. Seperempat dari mereka mencoba menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan pada malam hari.
Seperti dikutip dari PC Advisor, Kamis 21 Mei 2009, sebanyak 20 persen lagi memperkirakan bahwa jumlah jam yang dihabiskan untuk bekerja dari rumah di luar jam kerja akan meningkat pada tahun ini akibat resesi.
“Ketakutan atas resesi yang berlangsung dan kekhawatiran kehilangan pekerjaan membuat staf enggan berpaling dari pekerjaan mereka,” kata Paul Callow, Marketing Director Lexmark. “Di masa lalu, liburan merupakan kesempatan luar biasa bagi para profesional untuk beristirahat dan bersantai, tetapi iklim ekonomi seperti saat ini membuat orang lebih suka untuk tetap terhubung sehingga mereka merasa tetap mengontrol pekerjaan mereka meski mereka berada jauh dari kantor,” ucapnya.