SELAMAT DATANG DI PERCETAKAN SINBUANA

Tes Kesehatan Wajib Bagi Wanita

Tes Kesehatan Wajib Bagi Wanita

Jangan tunggu usia tua untuk tes kesehatan. Ketahui sejak dini kondisi kesehatan Anda.
Jum'at, 8 Mei 2009, 12:49 WIB
Irma Kurniati
Check-up Kolesterol (dok. Corbis)

VIVAnews – Berbagai penyakit berat bisa menyerang wanita kapan saja. Dulu, penyakit jantung, kolesterol dan sebagainya hanya identik sebagai penyakit orang tua.

Tapi seiring perubahan gaya hidup yang semakin tidak sehat dan pola makan yang tinggi kolesterol, penyakit berat bisa datang lebih awal dan menyerang Anda yang berusia 20 tahunan.

Jangan korbankan kesehatan Anda. Sebagai langkah antisipasi untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda, lakukan tes kesehatan sejak dini.

Jantung

Mengapa: Penyakit jantung adalah pembunuh manusia nomor satu dan juga pada wanita. Sebanyak 64% kasus kematian wanita disebabkan oleh serangan jantung.

Kapan: Pemeriksaan awal harusnya dimulai pada usia 20 tahun. Pemeriksaan ini makin penting bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga mengidap penyakit jantung, mengalami obesitas, dan perokok.

Bagaimana: Pada pemeriksaan tahunan, dokter akan mengecek tekanan darah Anda dan irama detak jantung Anda. Bila Anda pernah mengalami sakit pada bagian dada, sesak napas, dan mudah lelah, dokter akan merujuk Anda pada kardiologis. Oleh kardiologis, Anda akan diperiksa tingkat stres dan elektrokardiogram akan menjadi acuan evaluasi jantung Anda.

Kolesterol

Mengapa: Salah satu cara efektif untuk mengecek risiko sakit jantung adalah dengan cek kolesterol. Peningkatan kolesterol tidak hanya meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke tapi juga menimbulkan risiko masalah empedu.

Kapan: Jadwalkan tes ini pada usia 20-an. Bila hasil tes Anda normal, lakukan tes setiap lima tahun sekali sampai Anda mencapai 45 tahun. Bila hasil tes level kolesterol di atas 200 atau ada riwayat keluarga, jadwalkan tes setiap tahun.

Bagaimana: Tes ini mencari tahu kadar kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein), kolesterol baik HDL (high-density lipoprotein), dan trigliserida.

Pap Smear

Mengapa: Tes ini adalah cara yang efektif untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. Menurut data American Cancer Society, dalam 50 tahun terakhir, tingkat kematian akibat kanker serviks bisa ditekan hingga 74% dengan pap smear.

Kapan: Sebaiknya dimulai sejak usia 21 tahun. Jika Anda telah melakukan pap smear dan hasil tes human-papillomavirus (HPV) negative, lakukan tes lagi tahun berikutnya. Jika Anda adalah perokok, melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang, atau pengidap HIV positif, lakukan pap smear secara rutin tiap tahun.

Osteoporosis
Masalah penyakit pengeroposan tulang ini dialami jutaan wanita di seluruh dunia. Menurut data National Osteoporosis Foundation, 80% penderita osteoporosis di Amerika adalah wanita.

Tes ini perlu dilakukan mereka yang kurang mengonsumsi kalsium. Wanita dengan cepat kehilangan kepadatan tulangnya setelah mengalami menopause. Sejumlah 30% kepadatan tulang bisa hilang 5-7 tahun setelah menopause.

Diabetes
Tes diabetes perlu dilakukan oleh mereka yang memiliki masalah obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, serta Anda yang punya riwayat keluarga mengidap diabetes. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai antara lain, sering merasa lekas haus dan lelah, sering buang air kecil, dan penglihatan kabur.

• VIVAnews