Komputer
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi display barang elektronik JAKARTA, KOMPAS.com — Tampaknya, bisnis pembiayaan elektronik di tahun kelinci bakal semakin gurih. Lihat saja, di Januari lalu penyaluran pembiayaan elektronik di PT Adira Quantum Multifinance dan Federal International Finance (FIF) tumbuh di atas 40 persen.
Awal yang baik ini diyakini akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini. Walhasil, mereka pun semakin optimistis, target pertumbuhan 50 persen di tahun ini bakal tercapai.
Adira Quantum dan FIF Spektra merupakan pemain utama di bisnis pembiayaan elektronik. Di bulan pertama tahun 2011, Adira Quantum telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 160 miliar. "Tumbuh 50 persen lebih dibandingkan Januari 2010," ujar Presiden Direktur Adira Quantum Lynn Ramli, kemarin.
FIF Spektra tak mau kalah, dengan menyalurkan pembiayaan Rp 131 miliar. Jumlah itu menyumbang 9,4 persen dari total pembiayaan FIF yang mencapai Rp 1,39 triliun.
Jika dibandingkan, pembiayaan elektronik pada Januari 2010 hanya Rp 93 miliar. "Secara produk, kami membiayai 32.224 unit yang nilainya tumbuh 40,86 persen dari Januari 2010," kata Direktur Pemasaran FIF Hendry Christian.
Kondisi ini tak lepas dari semakin ramainya pasar elektronik. Ini sesuai ramalan asosiasi pebisnis produk elektronik, yakni Electronic Marketer Club (EMC) dan Gabungan Elektronik Indonesia (Gabel). Sepanjang 2010, EMC mencatat omzet penjualan elektronik dalam negeri mencapai Rp 23,5 triliun.
Dan, di 2011, omzet itu akan tumbuh sekitar 30 persen. Khusus produk elektronik dalam negeri, Gabel memperkirakan, penjualan tahun ini meningkat 30 persen dari pencapaian di 2010 yang sebesar Rp 7,05 triliun.
Peningkatan ini karena harga elektronik semakin murah. Sepanjang 2010, harga elektronik turun 20 persen-35 persen. Asosiasi optimistis, penurunan harga akan terus berlanjut hingga tahun ini. Penyebabnya, produk elektronik dari dalam dan luar negeri semakin banyak.
Selain itu, target pertumbuhan ekonomi 6,4 persen di 2011 ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Imbasnya, daya beli masyarakat semakin besar. "Bila kondisi perekonomian tetap terjaga, permintaan kredit elektronik di bulan-bulan selanjutnya akan meningkat lebih besar lagi," kata Hendry.
Berbagai strategi
Melihat cerahnya pasar, di sepanjang 2011, FIF Spektra menargetkan pembiayaan elektronik bisa menembus angka Rp 2 triliun. Sementara Adira Quantum mematok target pembiayaan antara Rp 2,8 triliun sambil Rp 3 triliun.
FIF sudah menyiapkan strategi pendanaan untuk memenuhi pasar. Salah satunya, menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun pada kuartal II 2011. "Pendanaan perbankan juga akan diusahakan," ujar Hendry.
Ia juga akan memanfaatkan kantor cabang FIF untuk memperluas pemasaran. Selama ini, FIF Spektra baru memiliki dua kantor cabang. Nantinya, 126 kantor cabang FIF akan turut memasarkan pembiayaan elektronik.
Adapun Adira Quantum lebih mengandalkan pendanaan dari induk usaha, Bank Danamon. Untuk ekspansi wilayah, Adira Quantum akan menambah sekitar 100 kantor cabang baru. (Anaya Noora Pitaningtyas, Adi Wikanto/Kontan)
